Tanpa
bantuan yang satu ini, mungkin kami juga akan mengalami banyak sekali
kerepotan. Yang jelas dengan menggunakan bahan yang bernama probiotik ini,
banyak sekali kegiatan terbantu. Baik itu untuk pertanian, peternakan maupun
perikanan secara organik.
Untuk probiotik, awalnya kami
memilih produk EM-4. Probiotik ini sudah tenar sekali namanya. Saya pikir,
semua petani pasti sudah mengenalnya. EM-4 ini pertama kali ditemukan oleh
Prof. Teruo Higa dari Universitas Ryukyus Jepang.
Probiotik berisi bakteri
pengurai. Untuk masing-masing kegunaan, kandungan bakterinya berbeda-beda. Jadi
kalau membeli di toko pertanian harus menyebutkan secara jelas. Misalnya EM-4
untuk perikanan, peternakan atau pertanian.
Awalnya kami memakai probiotik
EM-4 ini. Tapi karena menangani banyak bidang, jadinya agak sedikit ribet.
Harus stok probiotik untuk kandang, kolam dan tanaman. Itu pun kemasannya hanya
dalam botol per satu liter. Padahal dalam sehari penggunaan probiotik banyak
sekali. Hingga akhirnya kami menemukan alternatif lain.
Namanya Growbac. Sama-sama
probiotik, namun kandungan bakterinya ada yang sedikit berbeda. Tapi pada
prinsipnya tetap sama. Bedanya lagi, yang ini bisa diproduksi massal. Dan jika
dilihat dari segi harga, sangat jauh lebih murah. Dengan ketersediaan probiotik
yang tak terbatasi itu, kami bisa lebih agak leluasa. Karena tidak harus setiap
hari membuat kultur biakannya.
Sebungkus Growbac, bisa digunakan
untuk dua kali kultur. Dalam sekali biakan, menggunakan wadah drum berkapasitas
kurang lebih 150 liter. Growbac yang berbentuk serbuk itu harus diaktifkan dulu
dengan 1,5 liter tetes. Diperam selama tiga hari. Setelah tiga hari sudah bisa
langsung digunakan. Kalau menggunakan probiotik yang ini, kami tidak lagi
membedakan penggunaannya. Bisa untuk kolam, kandang ataupun tanaman.
Aplikasi probiotik untuk kolam
langsung mencampurkannya ke dalam air kolam. Setidaknya dalam tiga hari sekali
kami menambahkan probiotik setengah ember ke dalam masing-masing petak kolam.
Kegunaan probiotik di kolam ini untuk menguraikan sisa-sisa makanan yang tidak
termakan oleh ikan. Juga untuk menurunkan kadar amonia di dalam air. Amonia
yang tinggi menyebabkan kolam bermasalah, dan mempertinggi angka mortalitas
pada ikan.
Untuk kandang, probiotik diberikan
ke dalam air minum bebek dan ayam. Makanan unggas kami tinggi protein (berasal
dari ampas tahu dan ikan rucah). Protein yang tidak tercerna inilah yang
menyebabkan bau kandang, yang asalnya dari kotoran unggas. Jika minuman
ditambahkan probiotik, akan membantu pencernaan mereka, sehingga protein yang
terserap akan lebih maksimal. Probiotik juga digunakan untuk menyemprot area kandang.
Untuk pertanian, probiotik biasa
dipakai dalam proses pembuatan pupuk. Selain kadangkala juga untuk menyiram
tanaman. Istri saya terbiasa memisahkan sampah dapur. Dari sampah basah itulah
yang kami gunakan untuk pupuk. Bahan-bahan dimasukkan ke dalam ember bertutup
rapat, yang di bagian bawahnya sudah dilubangi dan diberi kran. Kemudian timbunan
sampah basah tersebut disiram dengan
larutan probiotik secara berkala.
Walaupun setiap hari diisi sampah
baru, tapi lapisan yang sudah terkena probiotik akan terurai dan ketinggiannya
menurun. Bila ember sudah penuh harus dibongkar, dan sampah yang sudah terurai
tadi bisa digunakan untuk pupuk, atau ditanam di tempat-tempat yang berdekatan
dengan tanaman. Sementara itu, selama belum dibongkar, peraman sampah itu juga
menghasilkan pupuk cair. Seminggu sekali pupuk cair dipanen. Kemudian dicampur
dengan air, dan digunakan untuk menyiram tanaman. (rud)
![]() |
| Tetes untuk membangunkan bakteri yang tidur |



Tidak ada komentar:
Posting Komentar