Kamis, 14 Juni 2018

Bermain Dengan Bakteri

                Tanpa bantuan yang satu ini, mungkin kami juga akan mengalami banyak sekali kerepotan. Yang jelas dengan menggunakan bahan yang bernama probiotik ini, banyak sekali kegiatan terbantu. Baik itu untuk pertanian, peternakan maupun perikanan secara organik.
Untuk probiotik, awalnya kami memilih produk EM-4. Probiotik ini sudah tenar sekali namanya. Saya pikir, semua petani pasti sudah mengenalnya. EM-4 ini pertama kali ditemukan oleh Prof. Teruo Higa dari Universitas Ryukyus Jepang.
Probiotik berisi bakteri pengurai. Untuk masing-masing kegunaan, kandungan bakterinya berbeda-beda. Jadi kalau membeli di toko pertanian harus menyebutkan secara jelas. Misalnya EM-4 untuk perikanan, peternakan atau pertanian.
Awalnya kami memakai probiotik EM-4 ini. Tapi karena menangani banyak bidang, jadinya agak sedikit ribet. Harus stok probiotik untuk kandang, kolam dan tanaman. Itu pun kemasannya hanya dalam botol per satu liter. Padahal dalam sehari penggunaan probiotik banyak sekali. Hingga akhirnya kami menemukan alternatif lain.
Namanya Growbac. Sama-sama probiotik, namun kandungan bakterinya ada yang sedikit berbeda. Tapi pada prinsipnya tetap sama. Bedanya lagi, yang ini bisa diproduksi massal. Dan jika dilihat dari segi harga, sangat jauh lebih murah. Dengan ketersediaan probiotik yang tak terbatasi itu, kami bisa lebih agak leluasa. Karena tidak harus setiap hari membuat kultur biakannya.
Sebungkus Growbac, bisa digunakan untuk dua kali kultur. Dalam sekali biakan, menggunakan wadah drum berkapasitas kurang lebih 150 liter. Growbac yang berbentuk serbuk itu harus diaktifkan dulu dengan 1,5 liter tetes. Diperam selama tiga hari. Setelah tiga hari sudah bisa langsung digunakan. Kalau menggunakan probiotik yang ini, kami tidak lagi membedakan penggunaannya. Bisa untuk kolam, kandang ataupun tanaman.
Aplikasi probiotik untuk kolam langsung mencampurkannya ke dalam air kolam. Setidaknya dalam tiga hari sekali kami menambahkan probiotik setengah ember ke dalam masing-masing petak kolam. Kegunaan probiotik di kolam ini untuk menguraikan sisa-sisa makanan yang tidak termakan oleh ikan. Juga untuk menurunkan kadar amonia di dalam air. Amonia yang tinggi menyebabkan kolam bermasalah, dan mempertinggi angka mortalitas pada ikan.
Untuk kandang, probiotik diberikan ke dalam air minum bebek dan ayam. Makanan unggas kami tinggi protein (berasal dari ampas tahu dan ikan rucah). Protein yang tidak tercerna inilah yang menyebabkan bau kandang, yang asalnya dari kotoran unggas. Jika minuman ditambahkan probiotik, akan membantu pencernaan mereka, sehingga protein yang terserap akan lebih maksimal. Probiotik juga digunakan untuk menyemprot area kandang.
Untuk pertanian, probiotik biasa dipakai dalam proses pembuatan pupuk. Selain kadangkala juga untuk menyiram tanaman. Istri saya terbiasa memisahkan sampah dapur. Dari sampah basah itulah yang kami gunakan untuk pupuk. Bahan-bahan dimasukkan ke dalam ember bertutup rapat, yang di bagian bawahnya sudah dilubangi dan diberi kran. Kemudian timbunan sampah basah tersebut disiram dengan  larutan probiotik secara berkala.
Walaupun setiap hari diisi sampah baru, tapi lapisan yang sudah terkena probiotik akan terurai dan ketinggiannya menurun. Bila ember sudah penuh harus dibongkar, dan sampah yang sudah terurai tadi bisa digunakan untuk pupuk, atau ditanam di tempat-tempat yang berdekatan dengan tanaman. Sementara itu, selama belum dibongkar, peraman sampah itu juga menghasilkan pupuk cair. Seminggu sekali pupuk cair dipanen. Kemudian dicampur dengan air, dan digunakan untuk menyiram tanaman. (rud)
 
Drum kapasitas 150 liter untuk biakan
 
Bakteri tidur yang berbentuk bubuk, yang harus diaktifkan

Tetes untuk membangunkan bakteri yang tidur



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Akas Organik : Transformasi dari Bebek Akas

Dunia ini dinamis. Dan mau tak mau, kami pun harus mengikutinya. Tidak harus dengan langkah yang terlalu bergegas. Walaupun hanya setapak...